Indiemusic.Com – saat Bicara Ironi dari sebuah kedukaan. dirinya bercerita saat dirinya (Galuh ade) bertemu dengan Wahyu (Music Producer) datang dengan membawa cerita tentang suatu kejadian yang sangat ironi.  Dimana kematian yang biasanya menjadi momen sakral perpisahan justru menjadi sebuah perayaan akan lepasnya tanggung jawab. dirinya juga nambahin kalo dia mendapat inspirasi dan bakalan bagiin cerita ini lewat medium film pendek nantinya. wahyu minta Galuh ade untuk ngisi musiknya.” Ujar Galuh sapaan akrab Galuh Ade Agusti ketika ditanya awal mula single ini ada.

diri nya menyetujui ajakan tersebut, dan mulai memikirkan siapa orang yang menurutnya tepat dan bisa dipercaya untuk mengemas single ini agar lebih memiliki rasa. Wahyu yang saat itu menjadi teman diskusinya menyodorkan dua nama yakni “Candra Megah Pratama” dan “Pranata Satria”. Singkat cerita Candra dan Satria pun tertarik serta menyetujui ajakan untuk terlibat di single ini.

Proses produksi pun dimulai bulan Desember 2019 hingga Februari 2020, Candra membatu dalam pengemasan lirik dan nada sedangkan Satria pada aransemen musik dan mixing mastering. Secara pengemasan lirik pun Candra berusaha membawa pendengar untuk menyadari bahwa tidak semua kematian dikemas dalam romantisme.

“Disekitar kita kematian selalu dikemas dalam kemasan romantisme, dan lagu ini menjelaskan bahwa tidak semua kematian itu berarti sama. Terkadang kematianmu justru di syukuri, dan tidak ada kesedihan yang mendalam.” ujar Candra Sedangkan Satria memikirkan lebih dalam tentang aransemen yang akan digunakan. Aransemen single ini pun bernuansa glommy dengan menggunakan nada-nada minor karena dirasa sesuai untuk mendeskripsikan sebuah kedukaan. Selain terlibat dalam aransemen, Satria juga terlibat dalam proses Mixing dan Mastering. Yang mana hasil akhir single ini disepakati menggunakan format vocal, piano, dan sentuhan orchestra.

Nantinya Galuh berharap setiap orang yang mendengarkan single ini turut merasakan rasa sakit ketika kepergian kita justru dianggap sebagai hal yang dinantikan oleh orang-orang terdekat kita.

Lirik Galuh – Hampa Pusara
Hembus angin padamkan nyala, menghempaskan abu menuju cakrawala,  terbang dan hilang yang tlah hilang, kan terlupa, lenyap dari ingatan dan juga perasaan, hanya menyisakan semu bayangan. waktu berputar menggerus kekal tanpa ampun, mengutuk batin dan jiwa menjadi pikun, hampa pusara tanpa tangis dan haru. Yang tlah hilangkan terlupa,  memudar dari ingatan juga perasaan , yang tlah hilang, tak terkenang, terhanyut oleh derasnya buai fana dunia , terlalu mudah untuk terlupakan, tak menyisakan penyesalan. 

cek karya nya di youtube channel nya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here