Indiemusic.com – Kiarakelana Dalam Menerima Kesedihan

Kiarakelana adalah sebuah grup musik yang terbentuk di sebuah kota kecil, Kota Pare, Kediri. Dimotori oleh Buyung (Vokal), Septa (Bass), Noekie (Perkusi) dan Galih (Gitar), Kiarakelana sering bermain di acara kampus universitas di Surabaya, Malang dan Jogja. Mereka sering bermain di 3 kota tersebut karena faktor pendidikan keempat personil yang terbagi di Kota Surabaya, Malang dan Yogyakarta.
Aksara Jiwa adalah sebuah penyuaraan kebebasan terhadap suatu kekangan terikat yang selalu hadir dalam hubungan percintaan dua insan manusia. Merupakan lagu ciptaan dari Noekie Pratama yang mungkin juga berasal dari pengalamannya di masa lalu. Pada awal tahun 2019 ini Folkslokal beruntung dapat mengadakan Live Session pertamanya bersama Kiarakelana. Diadakan di Kedai Kita Surabaya, Pengunjung yang datang untuk melihat mereka bermain pun tak bisa dibilang sepi. Tercatat berjumlah 40 orang lebih yang hadir menyaksikan mereka bermain. Setelah ini kita harap album atau EP akan segera lahir dari tanah Kediri atas nama Kiarakelana.

Band asal Kota Kediri ini resmi merilis EP perdananya bertajuk “Meluruh Jenjam” sejak 8 November 2019 lalu, setelah sebelumnya sempat pula memperkenalkan single berjudul “Gusar Angin Malam” di tanggal 16 Agustus 2019 dan lagu “Aksara Jiwa” serta “Di Persimpangan” di tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, EP ini menceritakan segala proses dalam menerima semua kesedihan beserta segala konsekuensi yang akan menyertainya. “Meluruh Jenjam” akan mengandung tujuh buah lagu dengan latar belakang cerita yang berbeda-beda.

Seluruh lagu dalam mini album ini direkam dan disempurnakan di Suara Kelana Record, dan melalui proses mixing dan mastering oleh Adha Buyung. Lirik dari beberapa lagu tersebut didapat dari kumpulan puisi yang ditulis oleh beberapa kerabat mereka.

Di antaranya yaitu puisi dari Danang Mufty Noer Fachreza berjudul “Tentang Hati dan Angan” dan “Gusar Angin Malam”, “Di Persimpangan” karya dari Zahra Nurya, puisi milik Nanda Primarta serta Samudya yang dipadukan dalam “Ángan”, pun juga Guruh Nusantara yang menuangkan ketenangan dalam “Selumbari Lalu”.

Selain kelima lagu tersebut, ada juga dua lagu yang melibatkan karya tulisan dari para personil Kiarakelana  yaitu “Mahia” dari Adha Buyung dan “Aksara Jiwa” milik Noekie Pratama.

EP “Meluruh Jenjam” milik entitas musikal dengan komposisi Adha Buyung (vokal, gitar), Biassepta Nego (bass), Noekie Pratama Putra (drum) dan Galih Buana Aji (gitar) sudah dapat didengar oleh khalayak sejak 8 November 2019 melalui beberapa layanan musik digital seperti Spotify, Deezer, Itunes, dan Youtube.

Videographer: – Febrian Edi Tjahjono (https://www.instagram.com/febrianedit) – Rizal Adhitama (https://www.instagram.com/rpadhitama/) Audio Mixing & Master : – Ganjar Satrio (https://www.instagram.com/ganjarstereo/) Follow us at Instagram – http://instagram.com/folkslokal Facebook – http://facebook.com/folkslokal Line – https://line.me/R/ti/p/%40nyi3575c Submit your song/photos https://www.folkslokal.com/submission/ Buy our t-shirt at https://store.folkslokal.com
Official Audio from Kiarakelana ‘Aksara Jiwa’ Stream Available on : https://open.spotify.com/track/3yagLI…
Lyric : Aksara jiwaku meretaskan senja Tanpa pernah berdalih mengingkarinya Pernahkahku berfikir pergi Langit mulai temaram Membatasi langkahnya Ia terkekang oleh aturan kasihnya Terikat dengan insan ego yang tak sama Semestinya senja sampaikan cemasku Jiwaku mulai mati membiru Lepaskanlah aku buanglah egomu Biarkanku nyaman disisimu Credits : Performed by Kiarakelana Produced by Kiarakelana Written by Noekie Pratama Mixed & Mastered by Adha Buyung Published by Suara Kelana Record Album artwork by Jabbar Albarrensyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here